Inilah Penjelasan Mengenai Metabolisme

Metabolisme adalah istilah untuk serangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam sel organisme hidup untuk mempertahankan kehidupan. Proses metabolisme mengarah pada pertumbuhan dan reproduksi dan memungkinkan organisme hidup untuk mempertahankan struktur merka dan menanggapi lingkungan sekitarnya.

Semua reaksi kimia yang terjadi pada organisme hidup, mulai dari pencernaan hingga pengangkutan zat dari sel ke sel, dapat menjadi bagaian dari metabolisme. Yuk, langsung saja baca ulasan berikut untuk mengetahui lebih dalma mengenai metabolisme.

Apa Itu Metabolisme?

Metabolisme merupakan reaksi kimia yang terjadi pada suatu organisme hingga tingkat yang paling kecil atau seluler. Selain itu, metabolisme juga termasuk proses pembuatan atau pembentukan energi yang diperlukan oleh tuguh pada makhluk hidup. Metabolisme (/ məˈtæbəlɪzəm /, dari bahasa Yunani: μεταβολή metabolē, “perubahan”) adalah rangkaian reaksi kimia yang menopang kehidupan dalam organisme.

Tiga tujuan utama metabolisme adalah: konversi makanan menjadi energi untuk menjalankan proses seluler; konversi makanan / bahan bakar menjadi bahan penyusun protein, lipid, asam nukleat dan beberapa karbohidrat; dan penghapusan limbah nitrogen. Reaksi yang dikatalisis oleh enzim ini memungkinkan organisme untuk tumbuh dan berkembang biak, mempertahankan strukturnya dan merespons terhadap lingkungannya.

Reaksi kimia metabolisme diatur menjadi jalur metabolisme, dimana satu bahan kimia diubah melalui serangkaian langkah menjadi bahan kimia lain dan setiap langkah difasilitasi oleh enzim tertentu. Enzim sangat penting untuk metabolisme karena mereka memungkinkan organisme untuk mendorong reaksi yang diinginkan yang membutuhkan energi yang tidak akan terjadi dengan sendirinya. Metabolisme adalah proses konstan karena reaksi metabolik terjadi bersamaan di dalam tubuh dan sel pada saat yang bersamaan setiap saat.

Namun ini akan terjadi setelah menggabungkannya dengan reaksi spontan yang melepaskan energi. Enzim bertindak sebagai katalis dengan reaksi yang berlangsung lebih cepat dan memungkinkan pengaturan laju reaksi metabolisme. Contohnya : respon terhadap perubahan dalam lingkungan sel atau sinyal dari sel lain. Metabolisme juga kerap sidamakan denagn makna prosesmencerna padahal keduanya memiliki beda yang mencolok yang belum banyak diketahui.

Metabolisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua reaksi kimia yang terlibat dalam mempertahankan keadaan sel dan organisme hidup. Metabolisme dapat dengan mudah dibagi menjadi dua kategori:

Katabolisme – penguraian molekul untuk mendapatkan energi.
Anabolism – sintesis semua senyawa yang dibutuhkan oleh sel.

Metabolisme terkait erat dengan nutrisi dan ketersediaan nutrisi. Bioenergetik adalah istilah yang menggambarkan jalur biokimia atau metabolisme yang dengannya sel akhirnya mendapatkan energi. Pembentukan energi adalah salah satu komponen vital metabolisme.

Cara Kerja Metabolisme

Metabolisme adalah proses biokimia dimana suatu organisme mengubah apa yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi. Enegi ini digunakan untuk banyak proses biologis sperti berpikir, tumbuh, bernapas dan memompa darah ke semua orgam dalma tubuh. Sistem endokrin memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme. Banyak kelenjar dan sistem hormon yanga mengendalikan laju dan arah metabolisme.

Tirois dan pankreas yang paling penting, membantu menghasilkan hormon seperti tiroksin dan insulin untuk mengendalikan metabolisme tubuh. Setiap orang memiliki tingkat metabolisme yang berbeda. Penyakit metabolik atai gangguan metabolisme adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh reaksi kimia yang tidak normal pada sel-sel tubuh.

Organ-organ dapat mengalami kegagalan fungsi dalam prosuksi enzim metabolisme tertentu atau enzim dari hormon itu sendiri dapat gagal dan tidaj berfungsi dengan baik. Contoh gangguang metabolisme meliputi galaktosemia, diabetes, hipertiroidisme, hipotiroidisme dan fenilketonuria. Andibodi proses metabolisme berguna dalam banyak aspek penelitian biokimia.

Reaksi kimia dalam proses metabolisme di atur menjadi jalur metanolisme diman satu bahan kimia diubah melalui serangkaian langkah menjadi bahan kimia lain. Enzim membantu dalam proses ini dengan memfasilitasi reaksi dan berfungsi sebagai katalis untuk terjadinya reaksi. Reaksi tidak akan terjadi tanpa enzim yang merespon sinyal antar sel dan mengatur jalur metabolisme. kecepatan metabolisme disebut laju metabolisme.

Metabolisme organisme hidup memungkinkannya menentukan zat mana yang bergizi dan bermanfaat, dan mana yang beracun. Beberapa bahan kimia lain dan bagian dari organisme yang terlibat dalam proses metabolisme adalah asam amino, protein, lipid, karbohidrat, nukleotida, koenzim, mineral dan kofaktor.

Proses Metabolisme

Proses pencernaan adalah proses yang ada di dalam tubuh dengan ciri mengolah dan memecah makanan yang masuk menjadi zat gizi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi prises mencerna dahulu sebelum metyanolosme itu sendiri terjadi. Sistem metabolisme berguna untuk menentukan zat mana yang akan bergizi dan beracun. Sebagai contoh, beberapa prokariota menggunakan hidrogen sulfida sebagai nutrisi, namun gas ini beracun bagi hewan.

Tingkat metabolisme basal suatu organisme adalah ukuran jumlah energi yang dikonsumsi oleh semua reaksi kimia ini. Ciri metabolisme yang mencolok adalah kesamaan jalur metabolisme dasat diantara spesies yang sangat berbeda. Sebagai contohnya adalah set asam karboksilat yang paling dikenal sebagai zat antara dalam siklus asal sitrat terdapat pada semua organisme yang dikenal.

Ada beberapa jeni metabolisme adalah sebagai berikut:

  • Metabolisme Karbohidrat

Metabolisme karbohidrat mencakup daripada penguraian (katabolisme), sintesis (anabolisme) serta perubahan dalam bentuk karbohidrat pada dalam tubuh organisme. Bentuk pada karbohidrat yaitu seperti glukosa, dimana glukosa adalah jenis senyawa gula sederhana. Makanan memasok karbohidrat dalam tiga bentuk: pati, gula dan selulosa (serat). Pati dan gula merupakan sumber energi utama dan penting bagi manusia. Serat berkontribusi besar dalam diet.

Jaringan tubuh bergantung pada glukosa untuk semua aktivitas. Karbohidrat dan gula menghasilkan glukosa melalui pencernaan atau metabolisme. Reaksi keseluruhan untuk pembakaran glukosa ditulis sebagai:

C6H12O6 + 6 O2 —–> 6 CO2 + 6 H2O + energi

Kebanyakan orang mengkonsumsi sekitar setengah dari diet mereka sebagai karbohidrat. Ini berasal dari nasi, gandum, roti, kentang, pasta, makaroni dll. Karbohidrat melakukan suatu proses hidrolisis yaitu proses penguraian dalam menggunakan bantuan seperti air atau cairan yang lain ketika proses pencernaan makanan berlangsung dalam tubuh. Pada saar makanan dikunyah dalam mulut, maka makanan akan tercampur pada air liur yang memiliki kandungan enzim ptialin.

Enzim ptialin akan menghidrolisis pati menjadi sebuah maltosa dan gugus maltosa dan glukisa kecil yang terdiri berdasarkan 3-9 molekul glukosa. Hasil akhir pada pencernaan tersebut yaitu fruktosa, glukosa, monosarida dan manosa yang kemudian akan diabsorbsi melalui sinsing usus dan akan terbawa pada hati oleh darah.

  • Metabolisme Protein

Protein adalah protos yang berasal dari bahasa Yunani yang bila diartikan yaitu polimer atau senyawa kompleks dari monomer asam amino. Metabolisme protein ialah suatu proses deskripsi dan fisik serta proses kimia yang menyebabkan pembuatan sebuah sintesis pembentukan asam amino menjadi protein. Asam amino yang menyusun protein mengandung unsur Nitrogen atau N.

Sintesis asam amino sangat diperlukan tubuh karena senyawa ini berperan sebagai pembentuk senyawa penting yang lain seperti histamin. Tak hanya itu saja, senyawa penting lain yang dibentuk ialah neurotranmitter dan nukleotida serta asam amino dapat berkonversi menjadi lemak. Lemak ini kemudian akan dikonversi menjadi sumber energi yang diperlukan oleh tubuh.

Protein adalah pembangun jaringan utama dalam tubuh. Mereka adalah bagian dari setiap sel dalam tubuh. Protein membantu dalam struktur sel, fungsi, pembentukan hemoglobin untuk membawa oksigen, enzim untuk melakukan reaksi vital dan segudang fungsi lain dalam tubuh. Protein juga penting dalam memasok nitrogen untuk bahan genetik DNA dan RNA dan produksi energi.

Protein diperlukan untuk nutrisi karena mengandung asam amino. Di antara 20 atau lebih asam amino, tubuh manusia tidak dapat mensintesis 8 dan ini disebut asam amino esensial.

Asam amino esensial meliputi: Lisin, triptofan, metionin, leusin, isoleusin, fenilalanin, valine, threonine.

Makanan dengan protein kualitas terbaik adalah telur, susu, kedelai, daging, sayuran, dan biji-bijian. Organ hati adalah pusat yang berguna untuk memecah protein dan mendistribusikan asam amino ke seluruh tubuh saat metabolisme protein berlangsung. Tak hanya itu saja, organ hati juga bertugas sebagai pembuang kotoran atau limbah dari sisa metabolisme yang terjadi. Perlu diketahui bahwa protein adalah pembentuk struktur sel dan pengendali reaksi biokimia.

  • Metabolisme Lemak

Metabolisme lemak adalah proses dimana asam lemak akan dicerna lalu dipecahkan dalam menghasilkan energy atau disimpan pada tubuh manusia untuk sebagai cadangan energy. Metabolisme lemak prosesnya terjadi di dalam usus karena usus mengandung sebuah enzim lipase. Lemak adalah sumber energi terkonsentrasi. Mereka menghasilkan energi dua kali lebih banyak daripada karbohidrat atau protein berdasarkan berat.

Fungsi lemak meliputi:

  • Membantu membentuk struktur seluler;
  • Membentuk bantal pelindung dan isolasi di sekitar organ vital;
  • Membantu menyerap vitamin yang larut dalam lemak,
  • Menyediakan penyimpanan cadangan untuk energi

Asam lemak esensial termasuk asam lemak tak jenuh seperti asam linoleat, linolenat, dan asam arakidonat. Ini perlu diambil dalam diet. Lemak jenuh, bersama dengan kolesterol, telah terlibat dalam arteriosklerosis dan penyakit jantung.

Pada saat makanan masuk kedalam usus, akan terjadi kontraksi yang dapat merangsang keluarnya hormon koleistokinin. Hormon tersebut bisa mengakibatkan kantung empedu berkontraksi sehingga dapat mengeluarkan cairan empedu. Empedu mengandung garam berfungsi penting pada mengemulsi lemak menjadi butiran lemak dengan ukuran yang lebih kecil.

Hal itu dapat memudahkan proses hidrolisis lemak oleh lipas yang akan dihasilkan pancreas. Penyerapan metabolisme lemak sebagian besar dilakukan pada usus halus. Metabolisme lemak dapat juga diangkat pada hati, sel – sel otot, atau sel – sel lemak, yang bisa dipakai sebagai energy atau disimpan sebagai energy cadangan.

Itulah penjelasan mengenai metabolisme, dimana metabolisme diartikan sebagai perubahan yaitu dari zat gizi menjadi energi yang sering juga diartikan sebagai proses kimia yang dilakukan secara alami oleh tubuh. Energi yang dihasilkan dari proses metabolisme akan digunakan untuk segala macam kegiatan seperti berpikir dan bernapas serta berbicara. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan anda.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.