Virus, Pengertian Serta Sejarahnya

Virus merupakan organisme yang sangat unik. Dengan sifat, ciri dan cara hidupnya yang begitu berbeda dari mahluk hidup lain, virus menjadi sebuah ketertarikan sendiri bagi para ilmuan untuk dapat menelitinya secara lebih dalam. Kendati sangat menarik untuk dipelajari, penemuan virus ternyata melalui serangkaian proses dan penelitian yang sangat panjang dan melelahkan. Lalu apa sebenarnya virus itu? 

Pengertian Virus

Virus adalah partikel berukuran sangat kecil yang dapat menginfeksi hampir semua jenis organisme. Ukuran virus sekitar 20 sampai dengan 300 milimikron. Jadi, ukuran virus jauh lebih kecil dibandingkan bakteri yang berukuran 10 mikron. Karena ukuran virus yang kecil, maka virus tidak dapat diamati dengan mikroskop cahaya. Virus hanya dapat diamati jika menggunakan mikroskop elektron.

Virus dapat lolos dari saringan keramik (ceramic filter), padahal bakteri tidak dapat lolos dari penyaring tersebut. Pengertian virus menurut para ahli biologi merupakan peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Mengapa dikatakan peralihan? Hal ini karena virus mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan makhluk hidup yaitu memiliki DNA serta mampu berkembang biak pada sel hidup.

Virus juga memiliki ciri-ciri benda mati karena tidak memiliki protoplasma serta dapat dikristalkan. Virus baru bisa berkembang biak bila menempel dengan makhluk hidup lain. Setiap virus memiliki material genetik, antara RNA atau DNA. Biasanya, virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain sampai akhirnya sel tersebut mati.

Atau pada kasus lain, virus mengubah sel normal menjadi sel yang berbahaya untuk kesehatan. Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Namun siapakah sosok (seseorang) penemu virus pertama kali?

Sejarah Penemuan Virus

Kata virus berasal dari bahasa Latin, yaitu virion yang berarti racun. Kata tersebtut merujuk pada banyaknya penyakit pada tumbuhan, hewan dan manusia yang disebabkan oleh virus. Sejarah penemuan virus diawali ketika Adolf Mayer (1883), seorang ilmuwan dari Jerman sedang meneliti penyebab penyakit pada daun tembakau, yang ditandai adanya bercak-bercak.

Mayer menemukan bahwa penyakit tersebut dapat ditularkan dari satu tanaman ke tanaman yang lain dengan cara menyemprotkan getah yan diekstraksi dari tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat. Mayer menduga bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop. Pada tahun 1892, ilmuwan Rusia bernama Dimitri lvanowsky menguji kembali penelitian Mayer.

lvanowsky menyaring ekstrak daun tembakau dengan saringan bakteri. Namun, filtrat yang didapat tetap menyebabkan tanaman tembakau yang sehat tertular oleh penyakit mosaik. lvanowsky juga menduga bahwa penyakit mosaik tembakau tersebut disebabkan oleh suatu bakteri yang berukuran sangat kecil atau bakteri tersebut memproduksi racun yang dapat melewati saringan.

Setelah berapa tahun kemudian, penelitian ini dilanjutkan oleh Martinus Beijerink seorang ahli Botani berkebangsaan Belanda melakukan percobaan berdasarkan penemuan Ivanovsky. Ia melakukan percobaan dengan mengoleskan getah yang telah disaring tersebut ke daun tembakau yang sehat. Setelah tanaman tersebut menderita penyakit mozaik, ia menggunakan getah dari tersebut untuk menginfeksi tanaman lain.

Hal tersebut menunjukan bahwa penyebab infeksi yang ada di dalam getah yang telah disaring tersebut dapat bereproduksi. Namun, Beijerinck menduga agen penginfeksi tersebut berbeda dengan bakteri. Dan penemuan Beijerinck tersebut diperkuat oleh penelitian Wendell Stanley, ilmuwan Amerika, yang dapat mengkristalkan agen penginfeksi tersebut, yaitu Tobacco mosaic virus (TMV).

Virus tidak dapat dikelompokkan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat dikatakan sebagai benda mati dan benda hidup. Virus dikatakan sebagai benda hidup ketika berada di dalam sel inang dan bereproduksi, sedangkan sebagai benda mati, virus disebut virion. Virion adalah kondisi ketika virus yang berada di luar sel inang hanya sebagai partikel mikroskopis yang dapat mengkristal.

Sejak saat itu, penelitian lebih dalam terkait keberadaan virus semakin banyak dilakukan. Para ilmuan berlomba-lomba mengidentifikasi keberadaan virus dalam cabang ilmu virologi untuk menemukan hal-hal baru yang belum pernah ada dalam sejarah penemuan virus sebelumnya.

Kemajuan yang telah dibuat dalam bidang kimia, fisika dan biologi molekuler sejak tahun 1960-an telah merevolusi studi tentang virus. Sebagai contoh, elektroforesis pada substrat gel memberikan pemahaman yang lebih banyak dalam komposisi protein dan asam nukleat dari virus. Dan bahkan penemuan ini sangat membantu untuk menentukan bagaimana virus menggunakan sel inang mereka untuk sintesis asam nukleat virus dan protein.

Ciri-ciri Dan Struktur virus

Virus memiliki ciri dan struktur yang sangat berbeda sama sekali dengan organisme lain, ini karena virus merupakan satu sistem yang paling sederhana dari seluruh sistem genetika. Ciri virus yang telah diidentifikasi oleh para ilmuwan adalah sebagai berikut.

  • Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
  • Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ – 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). Untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
  • Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA).
  • Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan “kepala” oval dan “ekor” silindris.
  • Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
  • Virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid.
  • Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan dan sel hidup pada manusia.
  • Virus tidak dapat membelah diri.
  • Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.

Struktur Virus Terdiri Atas:

  • Bagian pusat virus : mengandung AND maupun ARN yang dikelilingi oleh selubung atau capsid dari protein.
    Capsid : di bangun oleh beribu-ribu molekul protein.
  • Kapsomer (capsomere) : mempunyai banyak bentuk yang bermacam-macam seperti prisma, heksagonal, pentagonal.

Klasifikasi Virus

Virus dikelompokan berdasarkan tempat hidupnya, molekul yang menyusun asam nukleat dan punya tidaknya selubung virus.

1. Berdasarkan Tempat Hidupnya

Berdasarkan tempat hidupnya virus dikelompokan menjadi tiga, yakni virus bakteri (bakteriofage), virus tumbuhan, dan virus hewan.

  • Virus bakteri (bakteriofage) : Bakteriofage merupakan virus yang dapat menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, virus ini sangat kompleks serta mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatut secara cermat. Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Perancis, D’Herelle. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal, leher, serta ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilihan DNA. Bagian leher berfungsi untuk memasukkan DNA irus ke dalam sel inangnya.
  • Virus Tumbuhan : Virus jenis ini merupakan virus yang berkembang biak di dalam sel tumbuhan. Contohnya, Tobacco Mozaik Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).
  • Virus Hewan : Virus jenis ini merupakan virus yang berkembang biak di dalam sel hewan. Contohnya, Virus Poliomylitis, Virus Vaccina, Virus Influenza.

2. Berdasarkan Molekul Yang Menyusun Asam Nukleat

Berdasarkan molekul yang menyusun asam nukleatnya, virus dikelompokan menjadi :

  • Virus dengan DNA pita tunggal (DNA ss)
  • Virus dengan DNA pita ganda (DNA ds)
  • Virus dengan RNA pita tunggal (RNA ss)
  • Virus dengan RNA pita ganda (RNA ds)

3. Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus

Dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:

  • Virus Yang Memiliki Selubung

Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran. Membran sendiri terdiri dari dua lipid dan protein (biasanya glikoprotein). Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. Contoh : Herpesvirus, Corronavirus dan Orthomuxovirus.

  • Virus Yang Tidak Memiliki Selubung

Virus yang termasuk kelompok ini tidak mempunyai nukleokapsid, hanya memiliki kapsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contoh virus yang termasuk kelompok ini yaitu Retrovirus, Papovavirus, dan Adenovirus.

Peranan Virus bagi Kehidupan

Virus dapat di definisikan sebagai parasit yang mempunyai ukuran yang sangat kecil yang bisa menginfeksi sel biologis. Virus hanya dapat berkembang biak (bereproduksi) di dalam suatu sel hidup karena virus tidak dapat berkembang biak (bereproduksi) sendiri.

Maka dari itu, virus sendiri hidupnya sangat bergantung pada makhluk hidup lain. Dalam proses rekombinasi atau pun proses rekayasa genetika terkadang beberapa virus bisa dimanfaatkan. Virus yang Merugikan (yang menjadi penyebab infeksi) yang terdapat di dalam virus dapat diubah menjadi virus menguntungkan (sebagai penyembuh) melalui proses terapi gen yang biasa disebut vaksin.

1. Virus yang Menguntungkan

  • Untuk membuat antitoksin.
  • Untuk melemahkan bakteri.
  • Untuk reproduksi vaksin.

2. Virus yang Merugikan

  • Menyebabkan penyakit pada manusia.
  • Menyebabkan penyakit pada hewan.
  • Menyebabkan penyakit pada tumbuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat pada umumnya virus mempunyai sifat yang merugikan bagi lingkungan sekitarnya. Penyakit infeksi pada manusia, hewan dan tumbuhan disebabkan oleh virus yang sudah tidak asing lagi di lingkungan hidup. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang dapat bertahan dengan serangan virus.

Sel-sel tertentu dari inangnya secara khusus diserang oleh virus-virus. Virus memiliki sebagian sifat yang dapat menyatakannya sebagai makhluk hidup, namun tidak semua kriteria kehidupan dapat dipenuhi oleh virus.

Apabila meninggalkan virus dalam suatu botol yang kering, maka virus akan menghablur seperti kristal garam atau gula dan tidak akan tumbuh, berkembang, berkembang biak, ataupun mati. Dengan demikian virus dikatakan sebagai makhluk peralihan antara hidup dan tidak hidup. Dan untuk itu demikianlah informasi mengenai virus, semoga informasi diatas memberi manfaat bagi pembaca.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.