Penjelasan Mengenai, “Apa Itu Kromosom”

Kromosom merupakan unit genetik yang terdapat pada inti sel semua makhluk hidup. Kromosom ini dibentuk oleh DNA dan protein-protein. Kromosom itu punya beberapa bagian yang berbeda. Ukuran dan bentuk kromosom berbeda-beda pada setiap spesies makhluk hidup. Biasanya fase pertumbuhan bentuk kromosom dalam pembelahan mitosis selalu berubah-ubah.

Ketika sel sedang mengadakan pembelahan strukturnya akan lebih padat akibat penduplikatan, serta kemampuan kromosom yang menyerap warna. Kromosom ditemukan di dalam nukleus sel makhluk hidup dan terdiri dari DNA yang dilekatkan dengan erat ke dalam struktur seperti benang. Struktur protein tambahan yang disebut histone mendukung molekul DNA dalam kromosom. Apa sih kromosom itu? Berikut penjelasannya.

Pengertian Kromosom

“Kromosom” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “croma” yang artinya benang dan “soma” yang berarti badan. Kromosom adalah struktur berupa benang halus yang membawa informasi genetik (gen). Kromosom memiliki dua lengan, dan antara lengan yang satu dengan yang lain dibatasi oleh lekukan primer, sentromer, atau kinetokor.

Lekukan primer membatasi pertemuan dua lengan. Pada lekukan tersebut terdapat daerah bening yang mengandung granula. Lekukan tersebut dinamakan sentromer atau kinetokor. Kromosom adalah unit genetik yang terdapat dalam setiap inti sel pada semua makhluk hidup, kromosom berbentuk deret panjang molekul yang disusun oleh DNA dan protein-protein.

Kromosom terdapat di dalam setiap inti sel makhluk hidup. Gen adalah materi genetik yang memiliki informasi tetang sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunannya. Di dalam kromosom, gen tersimpan di sebuah area khusus yang disebut lokus. Gen yang berpasangan di dalam lokus disebut alel. Setiap sel terdiri dari tiga bagian utama, yaitu nukleus (inti Sel), Sitoplasma (cairan sel), dan Membran pelindung sel.

Di dalam nukleus, terdapat benang-benang halus yang disebut dengan ‘kromatid’, apabila terjadi pembelahan sel, maka benang-benang halus itu dipintal membentuk kromosom.

Struktur Kromosom

Kromosom dibentuk dari DNA yang berikatan dengan beberapa protein histon. Dari ikatan ini dihasilkan Nukleosom, yang memiliki ukuran panjang sekitar 10 nm. DNA bersama dengan protein yang disebut juga dengan protein histon. Protein histon ini akan membentuk struktur yang disebut dengan nukleosom. Setelah itu, nukleosom akan membentuk untaian benang yang disebut dengan kromatin.

Dari kumpulan benang kromatin ini akan membentuk kromosom dengan melilit sedemikian rupa. Sebelum terjadinya pembelahan sel, DNA dari setiap kromosom akan membelah sehingga terbentuk lengan ganda yang disebut kromatid.

Struktur yang terdapat pada kromosom adalah sebagai berikut :

  • Sentromer

Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan atau juga bagian kromosom yang berkontriksi (mengecil ), menyerupai bulatan kecil ditengah-tengah kromosom. Pada Sentrosom terdapat kinetokor yaitu tempat melekatnya benang spindel.

Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan menjadi:

  1. Kromosom metasentrik: letak sentromernya ditengah dan kedua lengannya sama panjang, atau disebut juga bentuk V.
  2. Kromosom akrosentrik: letak sentromernya mendekati ujung sehingga lengannya sangat pendek, disebut bentuk J.
  3. Kromosom submetasentrik: letak sentromernya mendekati bagian tengah sehingga lengan yang satu lebih panjang dari lengan lainnya.
  4. Kromosom telosentrik: letak sentromernya di ujung sehingga hanya memiliki satu lengan, disebut bentuk I.
  • Lengan Kromosom

Lengen kromosom merupakan badan kromosom itu sendiri atau disebut sebagai kromatid. Kromosom memiliki dua buah lengan yang dibatasi oleh sentromer kecuali kromosom telosentrik. Selaput berfungsi untuk melapisi dan melindungi kromosom. Matriks kromosom berupa cairan yang mengisi seluruh bagian kromosom, sedangkan kromonema berupa benang halus berpilin yang terendam di dalam matriks.

Kromonema tersusun atas butiran atau manik-manik yang disebut kromomer atau nukleosom. Pada kromomer ini melilit benang DNA. DNA inilah yang merupakan gen pembawa informasi genetik suatu individu. Dengan demikian, yang menjadi materi genetik adalah DNA itu sendiri.

Lengan kromosom adalah badan kromosom itu sendiri. Lengan kromosom disebut juga kromatid. Kecuali kromosom telosentrik, umumnya kromosom memiliki dua

Berdasarkan hasil pembelahan sel, lengan kromosom terbentuk dua jenis kromosom, yaitu :

  1. Kromosom Sel Diploid, merupakan sel yang memiliki dua set kromosom, sel diploid identik (homolog) secara genetik dengan sel induk. Sel diploid memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induknya.
  2. Kromosom Sel Haploid, merupakan sel yang hanya memiliki satu set kromosom, sel haploid secara tidak identik (non-homolog) secara genetik dengan sel induk. Sel haploid juga hanya memiliki setengah dari jumlah kromosom sel induk.

Apa Fungsi Kromosom?

Kromosom memiliki struktur yang unik yang membuat DNA dalam posisi terbungkus rapat. Untai DNA ditempatkan di sekitar struktur spool-seperti protein yang disebut histon. Berikut adalah fungsi dari kromosom :

  • Menyimpan informasi genetik : Kromosom yang tersusun atas untaian rantai DNA mengandung informasi genetik seseorang.
  • Mengatur metabolisme sel : Kromosom terletak di dalam inti sel, sehingga aktifitas sel di atur oleh inti sel yang sebenarnya sebagai kontrol dari kromosom. Sintesis protein pada organisme dapat berlangsung dengan menggunakan kode genetik yang tersimpan dalam kromosom.
  • Agen pewarisan sifat : Saat sel mengadakan pembelahan sel baik mitosis ataupun meisosis maka akan terjadi tahap duplikasi kromosom. Hal ini bertujuan untuk membagiakan informasi genetik yang sama kepada sel baru.
  • Menentukan jenis kelamin. Terdapat dua jenis kromosom yaitu X dan Y. Apabila kromosom embrio XX, maka ia akan terlahir sebagai seorang perempuan. Sedangkan jika kromosomnya XY maka ia terlahir sebagai laki-laki.
  • Membentuk jenis kelamin tertentu : Kromosom X dan Y akan membertuk embrio XX dan XY yang membuat makhluk hidup memiliki jenis kelamin tertentu.
  • Berperan penting dalam proses transkripsi DNA untuk melakukan sintesis protein. Ini dikarenakan kromosom lah yang membawa materi genetik seperti DNA.
  • Melakukan proses replikasi selama pembelahan sel dan memastikan setiap pembelahan sel yang membelah mendapatkan gen yang sama.

Jika ada perubahan dalam struktur atau jumlah kromosom, bisa menyebabkan cacat lahir yang serius pada progeninya. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap sel reproduksi, yaitu telur dan sperma, mengandung jumlah yang tepat dan struktur yang benar kromosom.

Bentuk Dan Ukuran Kromosom

Untuk ukuran kromosom setiap spesies bervariasi. Untuk panjang pada Kromosom kurang lebih 0,5 um dan memiliki diameter 0,2-20 um. Sedangkan bentuk

Kromosom Berdasarkan Jumlahnya

Kromosom berdasarkan jumlah dibagi menjadi empat yaitu :

  1. Asentrik, kromosom yang tidak memiliki sentromer
  2. Monosentrik, kromosom yang hanya memiliki satu sentromer
  3. Disentrik, kromosom yang hanya memiliki dua sentromer
  4. Polisentrik, kromosom yang memiliki banyak sentromer

Bentuk Kromosom berdasarkan letak dan bentuknya

Berdasarkan letak sentromer, kromosom dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk. Ada kromosom yang memiliki satu lengan dan ada pula yang memiliki dua lengan. Ada yang memiliki lengan sama panjang dan ada pula yang tidak.

Berdasarkan letak sentromernya kromosom dibagi menjadi 4, yaitu :

  1. Telosentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada di ujung lengan kromosom.
  2. Metasentrik, merupakan kromosom dengan sentromer yang terletak tepat ditengah lengan kromosom tersebut.
  3. Akrosentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada di dekat ujung salah satu lengan kromosom tersebut.
  4. Submetasentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada hampir berada di tengah kromosom tersebut.

 

Jenis Kromosom

Setiap sel yang terdapat di dalam tubuh suatu organisme pasti memiliki satu set kromosom dengan jumlah tertentu. Kromosom pada manusia dibedakan menjadi dua tipe yaitu :

  • Autosom

Autosom disebut juga dengan kromosom tubuh/kromosom somatik. Autosom adalah kromosom penentu sifat-sifat sel tubuh (sel somatik) tetapi tidak berperan dalam menentukan jenis kelamin suatu organisme. Jumlah autosom dalam sel tubuh adalah 2n-2, dimana n= jumlah seluruh kromosom. Dengan contoh, jumlah autosom sel tubuh manusia adalah 46-2= 44 atau 22 pasang.

  • Allosomes / Heterosomes

Para allosomes adalah seks kromosom yang berbeda dengan autosom dalam bentuk, perilaku dan ukuran. Ada sepasang allosomes pada manusia. Kromosom X yang hadir dalam sel telur dan baik X atau kromosom Y dapat hadir dalam sperma. Kromosom ini membantu dalam penentuan jenis kelamin progeni. Jika anak menerima kromosom X dari ibu serta ayah, itu menghasilkan seorang anak perempuan (XX).

Jika keturunan menerima satu X dan satu kromosom Y dari orang tua, itu menghasilkan seorang anak laki-laki (XY). Dengan kata sederhana, itu adalah sumbangan dari kromosom X atau Y oleh ayah yang membantu dalam penentuan jenis kelamin anak.

  • Gonosom

Gonosom disebut juga kromosom seks atau kromosom kelamin karena kromosom ini berperan dalam menentukan jenis kelamin suatu organisme. Jumlah kromosom seks pada sel tubuh manusia ada dua buah atau sepasang. Jenis kelamin pada manusia ditentukan oleh jenis kromosom seks ini. Orang berkelamin laki-laki memiliki kromosom X dan kromosom Y (XY) dalam tubuhnya, sedangkan perempuan memiliki sepasang kromosom X (XX).

Jumlah Kromosom

Jumlah kromosom pada sel gamet (sel kelamin) adalah separuh dari jumlah kromosom yang ada pada sel somatis (sel tubuh). Sehingga sel gamet bersifat haploid (n kromosom) dan sel somatis bersifat diploid (2n kromosom). Berdasarkan jenis selnya, kromosom dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu kromosom sel tubuh (autosom) dan kromosom sel kelamin (gonosom). Berdasarkan tipenya, kromosom dibagi menjadi dua.

  • Autosom (Kromosom Tubuh) : Kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina, dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. Autosom biasanya disimbolkan dengan A.
  • Gonosom (Kromosom Seks) : Kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina, berjumlah satu pasang dan bersifat haploid.

Kromosom pada makhluk hidup biasanya ditemukan dalam keadaan berpasang-pasangan, oleh karena itu disebut diploid. Kromosom diploid dipertahankan dari generasi ke generasi dengan pemebelahan mitosis (pembelahan yang menghasilkan dua anak yang bersifat sama dengan induknya). Kromosom yang berpasangan (kromosom homolog) memiliki bentuk, ukuran, dan komposisi yang sama.

Jumlah kromosom tiap spesies makhluk hidup sangat bervariasi. Kromosom yang memiliki jumlah kromosom yang lebih banyak dari pada organisme yang struktur tubuhnya lebih sederhana biasanya merupakan organisme yang struktur tubuhnya lebih kompleks. Sebagai contoh, bakteri yang merupakan organisme dengan struktur tubuh sederhana memiliki hanya satu buah kromosom. Meskipun demikian, beberapa jenis organisme sederhana yang justru memiliki jumlah kromosom lebih banyak.

Itulah penjelasan mengenai kromosom, dimana kromosom ini merupakan sel makhluk hidup yang terdiri dari DNA yang dilekatkan dengan erat ke dalam struktur seperti benang. Yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan informasi genetik yang akan diturunkan dari induk ke anak sehingga membentuk sifat dan ciri khas individu tersebut. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi anda.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.