Mengetahui Lebih Dalam Tentang Sistem Pernapasan Manusia

Bernafas merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan. Bernafas merupakan kegiatan dimana makhluk hidup menghirup Oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2) ketika bernapas. Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi makanan yang menghasilkan energi dan karbon dioksida.

Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup. Masalah pernapasan memang memiliki peran yang sangat besar sekali dalam kehidupan manusia. Tanpa bisa bernapas manusia kerap sekali mengalami akan kehilangan nyawanya. Organ dalam manusia memanglah sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan. Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang sistem pernapasan pada manusia.

Pengertian Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan atau disebut juga sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk yang mengandung oksigen, dan juga mengeluarkan udara yang mengandung karboondioksida dan uap air.

Nah, seperti itu gambaran mengenai sistem pernapasan pada manusia, jadi pada dasarnya pernapasan manusia sangat dipengaruhi dengan adanya oksigen. Oksigen adalah senyawa alam yang sangat dibutuhkan manusia untuk bernapas. Tanpa adanya oksigen meskipun organ pernapasan pada manusia sehat, akan tetapi tetap saja tidak bisa bernapas dan bisa mengakibatkan kematian.

Namun sanyangnya keberadaan oksigen yang ada dibumi ini sungguh sangat miris sekali. dijaman sekarang ini marak sekali dengan yang namanya polusi udara yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Pernapasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :

1. Pernapasan Eksternal

Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler.

2. Pernapasan Internal

Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh. Dalam proses pernapasan, oksigen dibutuhkan untuk oksidasi (pembakaran) zat makanan. Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu gula (glukosa).

Glukosa merupakan zat makanan yang mengandung energi. Proses oksidasi zat makanan, yaitu glukosa, bertujuan untuk menghasilkan energi. Jadi, pernapasan atau respirasi yang dilakukan organisme bertujuan untuk mengambil energi yang terkandung di dalam makanan.

Hasil utama pernapasan adalah energi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya untuk pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, pembelahan sel-sel tubuh, dan kontraksi otot.

Organ Sistem Pernapasan Pada Manusia

Pernafasan merupakan hal yang sangat kompleks, maka tidak dapat dianggap remeh. Terdapat beberapa organ yang mendukung terjadinya proses pernapasan. Jika salah satu organ dalam sistem respirasi ini terganggu atau tidak ada maka dapat dipastikan bahwa anda tidak dapat bernafas dengan nyaman dan sempurna. Apa saja organ yang ada pada sistem pernapasan manusia? Berikut merupakan penjelasannya.

  • Rongga hidung

Organ pertama yang membantu proses pernapasan kita adalah rongga hidung. Rongga hidung merupakan rongga tempat masuknya udara untuk kita bernafas. Pada rongga hidung terdapat rambut hidung yang berfungsi menyaring udara yang masuk ke rongga hidung.

Tidak hanya itu, di rongga hidung juga terdapat ujung-ujung saraf pembau. Nah, saraf ini berguna untuk membedakan bau-bau yang masuk ke hidung. Nah, dari saraf ini kamu dapat membedakan mana bau parfum, bau sampah, hingga bau ayam goreng yang bikin laper.

Jadi, secara keseluruhan fungsi rongga hidung kita adalah:

  1. Tempat masuknya oksigen dan tempat keluarnya karbondioksida.
  2. Hidung dapat menyaring udara yang masuk agar dalam keadaan bersih, hal ini disebabkan karena adanya rambut hidung.
  3. Dapat menyesuaikan suhu kelembaban udara yang masuk sesuai dengan suhu pada tubuh kita.
    Sebagai indra penciuman.
  • Tenggorokan

Tenggorokan memiliki 2 bagian dengan fungsi berbeda, yakni sebagai jalan pernapasan dan pencernaan. Untuk pernapasan sendiri, tenggorokan memiliki panjang sekitar 12 – 14 cm pada bagian pangkal. Dalam biologi kita mengenalnya sebagai laring, dengan bentuk mengerucut sekitar 3 – 4 cm. Laring sendiri terdiri dari 9 macam tulang rawan dan serabut otot untuk dapat bekerja secara maksimal.

  • Faring (tekak)

Faring berbentuk seperti tabung corong yang terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Faring berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Selain itu, faring juga berfungsi sebagai ruang getar untuk menghasilkan suara.

  • Laring (pangkal tenggorokan)

Laring terdapat di antara faring dan trakea. Dinding laring tersusun dari sembilan buah tulang rawan. Salah satu tulang rawan tersusun dari dua lempeng kartilago hialin yang menyatu dan membentuk segitiga. Bagian ini disebut jakun.

Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara. Epiglotis merupakan kartilago elastis yang berbentuk seperti daun. Epiglotis dapat membuka dan menutup. Pada saat menelan makanan, epiglotis menutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Pita suara merupakan selaput lendir yang membentuk dua pasang lipatan dan dapat bergetar menghasilkan suara.

  • Trakea (batang tenggorokan)

Trakea adalah tabung atau pipa tempat keluar masuknya udara. Dindingnya tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Cincin tulang rawan menjadikan tenggorokan selalu terbuka sebagai tempat keluar dan masuknya udara.

Fungsi silia pada dinding trakea adalah untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Sehingga kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme batuk.

Trakea berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut.

  1. Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.
  2. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung
    dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.
  3. Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara.
  • Bronkus (Cabang Tenggorokan)

Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit.

Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

  • Paru-paru

Paru-paru merupakan organ paling besar yang ada dalam sistem pernapasan manusia. Kalian tentu telah mengetahui dimana letak paru-paru. Paru-paru terletak di rongga dada manusi. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat sebuah pemabatas yang disebut diafragma. Sekat ini nantinya akan berguna bagi proses memasukkan udara ke paru-paru (inspirasi) dan mengeluarkan udara dari paru-paru (ekspirasi).

Setiap manusia, memiliki dua paru paru, yakni paru paru kanan dan paru paru kiri. Pada bagian paru paru kiri, terdapat dua gelambir, yakni gelambir atas dan juga gelambir bawah. Sedangkan Di sebelah paru paru kanan, terdapat 3 lobus atau gelambir, yakni gelambir atas, gelambir tengah, dan juga gelambir bawah.Setiap paru paru, selalu di selimuti oleh pelindung yang di namakan dengan pleura. Kapasitas vital paru paru total manusia mampu menampung udara berkisar 3,5 liter.

  • Alveolus

Pada ujung bronkus terdapat gelembung-gelembung kecil berisi udara yang disebut alveolus (jamak: alveoli). Pada gelembung-gelembung ini terjadi proses pertukaran gas oksigen dengan gas sisa metebolisme (karbondioksida) melalui dinding alveolus. Dinding alveolus dilapisi oleh sel-sel tipis yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler.

Jenis Pernapasan Pada Manusia

Berdasarkan organ yang terlibat dalam peristiwa inspirasi dan ekspirasi, orang sering membedakan pernapasan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut. Sebenarnya pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi secara bersamaan. Untuk mengetahui lebih lanjut ikuti penjelasan dibawah ini.

Pernapasan Dada

Ini merupakan pernafasan yang terjadi dibagian dada dengan melibatkan otot pada antar tulang rusuk. Didalam pernapasan dada ini terdapat dua fase mekanisme yang tadi saya bahas yaitu inspirasi dan ekspirasi.

  • Fase Inspirasi

Fase inspirasi adalah proses menghirup udara dari luar untuk dimasukan kedalam paru-paru. Ketika manusia melakukan pernapasan inspirasi ini terapat otot yang berkontraksi. Berikut penjelasannya :

Pernapasan ini diawali dengan berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga mengakibatkan rongga dada terangkat dan membesar. Akibatnya tekanan udara didalam rongga dada menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar, sehingga mengakibatkan oksigen yang ada di luar masuk.

  • Fase Ekspirasi

Apabila otot antar tulang rusuk relaksasi (mengendur), rongga dada mengecil sehingga tekanan udara didalamnya naik dan menekan dinding paru-paru. Volume paru-paru mengecil dan menekan udara di dalam keluar melalui saluran pernapasan.

Pernapasan Perut

Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

  • Fase inspirasi

Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

  • Fase ekspirasi

Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Gangguan Pada Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan manusia juga terkadang mengalami yang namanya gangguan. Gangguan ini biasanyaberupa kelainan, penyakit, atau karena ulah manusia itu sendiri (seperti merokok). Penyakit atau gangguan yang menyerang sistem pernapasan ini dapat menyebabkan terganggunya proses pernapasan. Berikut ini beberapa jenis gangguan yang bisa terjadi pada sistem pernapasan manusia.

  • Faringitis

Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

  • Asma

Asma adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut.

  • Influenza

Influenza atau flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini ditularkan melalui udara melalui bersin dari si penderita. Penyakit ini tidak hanya menyerang manusia, burung, dan binatang mamalia seperti babi dan orang utan juga dapat terserang flu.

  • Emfisema

Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas.

  • Asbestosis

Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.

  • Sinusitis

Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.

  • Tuberculosis (TBC)

TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyerang seluruh organ tubuh manusia, namun yang paling sering diserang adalah paru-paru (maka secara umum sering disebut sebagai penyakit paru-paru / TB Paru-paru).

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa bernafas merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan. Dalam proses bernafas menggunakan beberapa organ tubuh. So, agar pernapasan kita sehat selalu jagalah kesehatan organ tubuh tersebut. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda dan dapat menambah wawasan. Terima kasih.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.