Jamur : Pengertian, Ciri Serta Struktur Dan Peranannya Dalam Kehidupan

Dalam sistem klasifikasi dua kingdom, jamur dikelompokkan sebagai tumbuhan. Namun, dalam sistem klasifikasi lima atau enam kingdom  jamur diklasifikasikan dalam kingdom tersendiri, yakni kingdom Fungi. Jamur bukan termasuk jenis tumbuhan. Sekalipun dia menyerupai tumbuhan.

Jamur ini tersebar luas di alam, kebanyakan hidup bebas di darat dan di air, bersama dengan bakteri dan protista, jamur saprofit berperan sebagai organisme pembusuk dan pengurai materi organik.

Beberapa jenis merupakan parasit yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Nah, untuk itu pada kesempatan hari ini, saya akan membahas mengenai pengertian dan ciri-ciri jamur tersebut. Berikut penjelasannya.

Pengertian Jamur

Jamur berasal dari kata latin yakni fungi. Jamur merupakan organisme yang bersifat eukariotik yang tidak mempunyai klorofil dan jamur ini juga bersifat uniseluler dan multiseluler. Kebanyakan jamur ditemukan sekitar tempat yang lembab saat musim hujan, karena organisme tersebut sangat suka habitat yang lembab.

Akan tetapi, jamur bisa juga kita jumpai di berbagai tempat yang terdapat organik.Sel jamur memiliki dinding yang tersusun ataskitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, jamur tidak termasuk dalam kingdom protista, monera, maupun plantae.

Karena tidak berklorofil, jamur temasuk kedalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya). Dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya.

Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).

Jamur bertalus atau tubuh yang sederhana dengan tidak memiliki akar, batang dan daun. Jamur tidak berklorofil sehingga tidak membutuhkan cahaya matahari dalam menghasilkan makanan.

Ciri-Ciri Jamur

Sekilas nampak bahwa jamur memiliki bentuk dan sifat yang hampir sama dengan tumbuhan. Akibatnya, tidak jarang orang salah paham dalam mengartikan jamur. Meskipun demikian, terdapat beberapa ciri dari jamur. Jamur memiliki beberapa Ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup lain diantaranya :

  • Organisme eukariota.
  • Tidak memiki klorofil.
  • Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut dengan hifa.
  • Hifa dapat membentuk anyaman yang bercabang-cabang yang disebut dengan miselium
  • Bereproduksi secara generatif dan vegetatif.
  • Bersifat uniseluler dan multiseluler.
  • Tidak mempunyai flagela dalam daur hidupnya.
  • Jamur tumbuh pada habitat yang lembab, mengandung banyak zat organik, sedikit asam, dan kurang cahaya.
  • Tidak mengandung selulosa paad dinding selnya, melainkan karbohidrat kompleks (termasuk kitin).

Struktur Jamur

Jamur memiliki proses tumbuh yang berbeda-beda, proses tumbuhnya sendiri tergantung pada jenis dan ukuran jamur. Ada jenis jamur yang hanya memiliki satu sel seperti jamur khamir. Ada juga jamur yang memiliki banyak sel (multiseluler) yang bisa tumbuh sampai satu meter yang bentuk tubuhnya seperti buah besar.

Jamur yang memiliki sel berbentuk filamen seperti jamur Kapang (Mold). Jamur Cendawan (Mushoroom) yaitu merupakan jamur yang memiliki filamen dan tubuh buah yang besar dan nampak oleh mata secara langsung tanpa menggunakan alat bantu apa pun.

Struktur vegetative jamur berbentuk filament panjang bercabang mirip seperti benang yang disebut hifa. Hifa jemur memanjang bercabang-cabang dan berjalinan membentuk miselium, pada jenis jamur tertentu hifanya terpisah oleh sekat/ruang antarsel yang disebut septum.

Berikut ini beberapa tipe struktur hifa pada jamur yaitu :

  1. Hifa Bersekat Berinti Banyak (Hifa septet multinukleus) yaitu hifa dengan sel berinti banyak. Sekat membagi menjadi ruang-ruang dengan sel berinti banyak.
  2. Hifa Bersekat Inti Tunggal (Hifa septet uninukleus) yaitu hifa dengan sel yang berinti tunggal. Sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang dengan setiap ruang memiliki satu inti.
  3. Hifa Yang Tidak Bersekat (Hifa aseptat) yaitu hifa yang tidak memiliki sekat sehingga antara inti satu dan yang lain tidak dilapisi sekat maupun membrane. Hifa sejenis itu disebut soenositik.

Reproduksi Pada Jamur

Jamur melakukan reproduksi secara aseksual maupun secara seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniseluler, serta pemutusan benang hifa dan pembentukan spora aseksual dapat berupa sporangiospora atau konidiospora.

Sporangiospora dihasilkan dari pembelahan mitosis sel dalam kotak spora yang terdapat pada ujung sporangiofor. Sedangkan konidiospora dihasilkan dari pembelahan mitosis sel pada ujung konidiofor. Sporangiospora dan konidiospora bersifat haploid.

1. Secara Aseksual ( Vegetatif )

Reproduki secara aseksual dilakukan dengan cara membelah diri, yaitu :

  • Menghasilkan dua sel anak yang serupa.
  • Pembentukan spora.
  • Dan pembentukan kuncup.

Spora aseksual dihasilkan dari pembelahan sel secara mitosis. Adapun macam-macam spora aseksual pada jamur antara lain yaitu :

  1. Blastospora.
  2. Kamidospora.
  3. Konidiospora.
  4. Oidium/Artrospora.
  5. Dan Sporangiospora.

2. Secara Seksual ( Generatif )

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium terjadi secara singami yaitu penyatuan sel maupun hifa yang berbeda jenis.

Singami terdiri dari dua tahap yaitu :

  • Tahap Plasmogami ( penyatuan plasma sel ).
  • Tahap kariogami ( penyatuan inti sel ).

Macam-macam spora seksual pada jamur antara lain yaitu :

  1. Askospora
  2. Basidispora
  3. Oospora
  4. Dan Zigospora

Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singami terdiri dari 2 tahap. yakni tahap plasmogami dan tahap kariogami. Plasmogami menghasilkan sel atau hifa berinti 2 yang haploid.

Sel atau hifa dikarion yang haploid kemudian mengalami penyatuan inti membentuk keturunan berinti satu yang diploid. Keturunan diplod dengan cepat kemudian membelah secara meiosis membentuk spora seksual yang haplod. Spora seksual dapat berupa zigospora, askospora atau basidiospora.

Habitat Jamur

Beberapa jamur memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Hal tersebut disesuaikan dengan struktur tubuh yang mereka miliki. Selain itu, disesuaikan pula dengan habitat tempat hidup masing–masing jamur. Adapun cara hidup jamur yaitu sebagai berikut.

  • Saprofit : Jamur saprofit memperoleh zat organik dari makhluk hidup yang telah mati. Tipe jamur ini dapat disebut dengan jamur dekomposer.
  • Parasit : Jamur parasit memperoleh zat organik dari makhluk hidup yang masih hidup yang menjadi inangnya. Tipe jamur ini pada umumnya dikenal dengan jamur patogen atau penyebab penyakit.
  • Mutual : Jamur mutual hidup pada inangnya. Meskipun demikian, memiliki sifat yang menguntungkan.

Jamur bisa bersismbiosis dan hidup dibanyak tempat dan bisa tumbuh berdampingan dengan banyak organisme lain. Kebanyakan jamur ditemukan di daerah daratan, tetapi kita juga bisa menemukan jamur yang hidup di daerah berair. Jamur yang hidup di lingkungan berair umumnya bersifat parasit, mayoritas berasal dari kelas Oomycetes sebagai organisme heterotof.

Semua jenis jamur pada umumnya bersifat heterotof, atau tidak bisa memproduksi makanannya sendiri. Proses bertahan hidup jamur yaitu dengan cara menyerap makanan dari zat organik dari tumbuhan atau benda lain melalui miselium atau hifa. Zat-zat yang diserap dari tumbuhan kemudian disimpan dalam bentuk glikogen.

Fungsi dan Peranan Jamur Dalam Kehidupan

Peranan jamur ada yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan manusia. Macam-macam peranan jamur adalah sebagai berikut.

1. Peranan Jamur Yang Menguntungkan

Jamur memiliki peran bermanfaat, namun ada juga yang merugikan bagi kehidupan makhluk hidup. Adapun manfaat jamur yaitu sebagai berikut.

  • Rhizopus Stolonifer, digunakan untuk membuat tempe.
  • Aspergillus Oryzae, digunakan untuk mengempukkan adonan.
  • Saccharomyces Cerevisiae, digunakan untuk membuat tape, roti, bir dan minuman sake.
  • Neurospora Crassa, digunakan untuk membuat oncom.
  • Trichoderma Sp, digunakan untuk menghasilkan enzim selulase.
  • Rhizopus Nigricans, digunakan untuk menghasilkan asam fumarat.
  • Ganaoderma Lucidum, digunakan sebagia bahan obat.

2. Peranan Jamur Yang Merugikan

Setelah mengetahui beberapa keuntungan dari jamur, dibawah ini beberapa jamur yang merugikan bagi makhluk hidup lainnya.

  • Aspergillus Fumigatus, Kanker pada paru-paru burung.
  • Candinda Albicans, infeksi pada vagina.
  • Ustilago Maydis, parasit pada tanaman jagung dan tembakau.
  • Microsporum sp dan Trichophyton sp, jamur ini menyebabkan kurap ataupun panu.
  • Epidermophyton Floccosum, menyebabkan penyakit pada kaki atlet.
  • Aspergillus Flavus, penghasil aflatoksi, penyebab kanker pada manusia.
  • Amanita Phalloides, mengandung balin yang menyebabkan kematian bagi yang memakannya.

Jamur yang berperan merugikan akan menurunkan kualitas dan kuantitas dari bahan–bahan yang penting bagi kehidupan manusia. Jamur bahkan menyerang bahan–bahan lain yang bernilai ekonomi, seperti kulit, kayu, tekstil, bahan–bahan baku pabrik yang lain.

Jamur akan menjadi agen penyebab penyakit. Nah, untuk itu demikianlah informasi mengenai Jamur, semoga ulasan diatas memberi manfaat bagi pembaca.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.