Fakta Tentang Ekosistem Air Tawar

Sekitar 80% dari wilayah bumi tertutupi oleh air. Dengan demikian banyak organisme yang hidup di dalam air. Keberadaan air di bumi tidak hanya ditemukan di laut atau samudera. Melainkan juga di antara daratan. Semisal sungai, danau, teluk atau anak sungai. Dan siapa pun pasti tau kalau air di dunia memiliki rasa yang berbeda, seperti air laut dan air sungai. Lalu, mengapa air sungai tawar sedangkan air laut asin? Berikut ini penjelasan tentang ekosistem air tawar yang harus kamu ketahui:

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar terdiri dari salah satu badan air yang terbuat dari air tawar seperti danau, kolam, sungai, dan anak sungai. Ciri-ciri mereka adalah Pada dasarnya, ekosistem perairan memiliki konsep dasar sama dengan ekosistem darat. Keduanya hanya dibedakan oleh unsur lingkungan biotik yang lebih berperan. Pada ekosistem perairan, komponen abiotik yang lebih berperan adalah air. Dalam ekosistem darat, komponen abiotik yang lebih berperan adalah tanah.

Ekosistem perairan adalah ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air. Makhluk hidup (komponen biotik) dalam ekosistem perairan dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut :

  • Plankton, terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Organisme ini dapat bergerak dan berpindah tempat secara pasif karena pengaruh arus air, misalnya ganggang uniseluler dan Protozoa.
  • Nekton, organisme yang bergerak aktif (berenang), misalnya ikan dan katak.
  • Neuston, organisme yang mengapung di permukaan air, misalnya serangga air, teratai, eceng gondok, dan ganggang.
  • Bentos, organisme yang berada di dasar perairan, misalnya udang, kepiting, cacing, dan ganggang.
  • Perifiton, melekat pada organisme lain, misalnya ganggang dan siput.

Ekosistem perairan dibedakan menjadi dua macam, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri abiotik sebagai berikut :

Berdasarkan keadaan airnya, ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua macam, yaitu ekosistem air tawar lentik (tenang) dan ekosistem air tawar lotik (mengalir). Ekosistem air tawar lentik, misalnya danau dan rawa. Ekosistem air tawar lotik, misalnya sungai dan air terjun.

Ilmuwan ekologi telah membuat rincian suatu bioma dikatakan bersifat tawar jika memenuhi 4 syarat di bawah ini:

  • Memiliki suhu yang relatif homogen
  • Suhu dan pH sangat ditentunkan oleh lingkungan
  • Jika tercemar akan menyebabkan kerusakan ekosistem
  • Stratifikasi lapisan akuatik sangat pendek, sehingga perbedaan pada tiap lapisan sangat tipis.

Habitat Lentik Dan Habitat Lotik

Berdesarkan pergerakan arus dan organisme yang hidup di dalamnya, ekosistem (bioma) air tawar terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu habitat lentik dan habitat lotik.

Apa itu habitat lentik dan lotik? Habitat lentik adalah habitat air yang tidak memiliki arus sehingga pergerakan arusnya tidak mengalir atau diam secara terus menerus. Contoh danau dan kolam ikan. Sedangkan habitat lotik adalah habiat air yang memiliki arus sehingga airnya terus bergerak, tidak diam. Contoh sungai.

Kemudian pembahasan mengenai habitat lotik dan lentik tidak sebatas itu saja. Akan tetapi para ilmuwan terus memperluas pembahasannya. Sebab ini merupakan permasalahan yang mencakup tempat tinggal mahluk hidup.

Habitat Lentik

Tumbuhan maupun hewan yang ada di bumi tersebar berdasarkan kedalaman dan jarak dari tepian. Oleh karenanya startifikasi ekosistem atau bioma air tawar lentik (diam) dibedakan menjadi 3 zona yaitu:

  • Zona Litoral

Zona litoral adalah daerah akuatik dekat dengan tepi. Di zona ini organisme mendapatkan banyak cahaya. Zona litoral dikenal juga dengan zona fotik. Disebut dengan zona fotik karena di daerah ini banyak mendapatkan cahaya matahri. Sehingga dengan demikian banyak organisme menjadikan tempat ini sebagai daerah favorit untuk tumbuh dan berkembang, semisal tumbuhan air.

  • Zona Limnetik

Zona limnetik adalah daerah akuatik terletak di bawah zona litoral. Maka posisi zona limnetik lumayan dalam dari permukaan dibandikan dengan zona litoral. Meskipun letaknya di bawah zona litoral, cahaya matahri masih sanggup menembus walaupun dengan intensitas cahaya yang berbeda (baca: remang-remang). Pada zona ini organisme yang mampu bertahan hidup ialah kelompok fitoplankton (alga), zooplankton (udang-udangan). Kedua jenis organisme ini merupakann sumber makanan ikan-ikan karnivora.

  • Zona Profundal

Apa yang dimaksud zona profundal? Zona lang dalam di bawah zona limnetik. Karena berada posisi paling dalam maka cahaya matahari tidak mampu menembusnya. Sehingga ilmuwan menyebutnya dengan nama lain zona afotik. Di zona ini banyak bangkai berjatuhan. Bangkai tersebut berasal dari 2 zona di atasnya yaitu zona litoral dan limnetik. Di dalam zona ini juga terdapat mikroba pengurai yang menggunakan oksigenb terlarut untuk menguraikan bangkai yang telah mati.

Kemudian ekosistem air tawar berdasarkan produksi materi organiknya terbagi lagi menjadi 2 yaitu:

  • Danau Oligotropik

Oligotropik ialah sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-ciri utama danau oligotropik yaitu airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.

  • Danau Eutropik

Eutropik ialah sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-ciri utama danau eutropik yaitu airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme dan oksigen terdapat di daerah profundal.

Habitat Lotik

Habitat lotik ialah perairan bergerak. Sungai terbentuk dari air mata air yang mengucur deras dari bawah tanah atau dari tetesan air hujan atau dari mencairnya es pada daratan yang melengkung. Sungai disebut juga dengan muara dari aliran anak-anak sungai (hulu).

Biasanya anak sungai identik memiliki air yang jernih, dingin dan sangat sedikit membawa sedimen (baca: erosi bebatuan dan tanah). Bagi organisme yang hidup pada habitat lotik memiliki tantangan yang cukup besar. Pasalnya ekosistem ini merupakan daerah yang mengalir air cukup deras. Sehingga dengan demikian biota air harus berjuang lebih keras agar mampu bertahan hidup.

Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Biota air tawar sering dijumpai pada anak sungai, sedangkan ikan gurami sering dijumpai di hilir. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Namun khusus sungai di wilayah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner, misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.

Ada 2 bentuk adapatasi yang dapat dilakukan oleh biota air pada zona lotik, diantaranya :

  • Apabila ia tumbuhan air maka tumbuhan air tersebut harus memiliki akar rekat yang kuat semacam penghisap sehingga mampu bertahan ketika arus sungai mengalir sangat deras. Akar tumbuhan tersebut setidaknya mampu menempel pada subtrat di dasar perairan atau batu.
  • Kedua ialah jika ia hewan air maka hewan tersebut mempunyai alat penghisap dan sirip yang handal agar mampu bertahan ketika arus sangat deras.

Fakta Menarik Ekosistem Air Tawar :

  1. Hanya 3% dari air di bumi berasal dari ekosistem air tawar.
  2. Ada lebih dari 700 spesies yang berbeda dari ikan yang hidup di ekosistem air tawar.
  3. 99% dari semua air tawar yang baik dalam bentuk es atau terletak di akuifer.
  4. Banyak hewan selain ikan hidup di ekosistem air tawar. Ini termasuk buaya, kuda nil, kura-kura, dan katak.
  5. Ekosistem Air Tawar dibagi menjadi tiga kelompok: danau dan kolam, sungai atau anak sungai, dan lahan basah.
  6. Ada empat fitur utama yang menentukan ekologi sungai dan anak sungai = aliran air, jumlah cahaya, suhu atau iklim, dan kimia sungai.
  7. Badan yang lebih kecil dari air seperti selokan dan genangan air juga dianggap ekosistem air tawar karena mereka membantu beberapa bentuk kehidupan untuk bertahan hidup.
  8. Ekosistem Air Tawar sangat penting bagi kelangsungan hidup kita karena mereka menyediakan orang dengan lebih dari setengah dari air minum mereka.
  9. Air dalam ekosistem air tawar mengandung kurang dari 1% dari air garam. Setiap badan air yang mengandung sedikit atau tidak ada garam dianggap air tawar.
  10. Ekosistem Air Tawar mengandung banyak rumput dan tanaman, tetapi pohon-pohon yang sangat langka.
  11. Ada banyak serangga yang hidup di ekosistem air tawar yang beberapa mungkin mempertimbangkan menjadi hama termasuk nyamuk dan lalat. Serangga ini sangat penting dalam bahwa mereka merupakan sumber makanan bagi banyak mamalia, burung, dan amfibi.
  12. Setiap ekosistem air tawar unik karena mereka semua mengandung berbagai spesies hewan dan tumbuhan, iklim yang berbeda, dan berbagai jumlah air. Tidak ada dua ekosistem air tawar yang persis sama.
  13. Nil, sungai terpanjang di dunia, merupakan bagian dari ekosistem air tawar.
  14. Karena berbagai hewan yang hidup di ekosistem air tawar, ada banyak hubungan predator-mangsa.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.