Bagaimana Cara Makhluk Hidup Untuk Beradaptasi? Berikut Penjelasannya

Ketika mendengar kata adaptasi, pastinya hal yang terlintas dipikiran kita adalah penyesuaian diri. Adaptasi merupakan kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukanlah hal yang baru lagi, karena ketika kita masih duduk dibangku sekolah tentu hal ini pernah dipelajari. Tapi, sayakan sudah lama tamat sekolah dan sudah lupa akan hal itu. Mungkin sebagian dari Anda ada yang berkata seperti itu. Tapi, Anda yang kurang paham atau sudah lupa akan hal tersebut tidak perlu khawatir, karena pada artikel kali ini kami akan membahas tentang adaptasi tersebut. So, mari kita simak artikel di bawah ini.

Apa itu Adaptasi?

Secara umum, adaptasi dapat diartikan sebagai kemampuan dari makhluk hidup untuk dapat menyesuaikan diri dalam mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya dengan sebuah tujuan untuk bertahan hidup. Setiap makhluk hidup harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungannya karena setiap makhluk hidup yang tidak mampu/tidak dapat menyesuaikan diri akan mengalami kepunahan.

Misalnya adaptasi untuk memperoleh air, udara dan nutrisi, mengatasi kondisi fisik lingkungan (cahaya, temperatur dan panas), mempertahankan hidup dari kompetisi dan musuh, beradaptasi kepada lingkungan reproduksi, serta merespon perubahan yang terjadi disekitarnya.

Menurut Rohadi et al. (2016) adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Adaptasi dapat berupa penyesuaian bentuk tubuh, penyesuaian tingkah laku, dan penyesuaian fungsi tubuh. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan melalui genetik maupun dari habitat. Makhluk hidup dapat mencari habitat yang sesuai dengan cara hidup mereka maupun mengubah organ tubuh mereka.

Adaptasi merupakan suatu hal yang sangat diperlukan setia makhluk hidup di bumi, karena setiap lingkungan di bumi memiliki karakteristik tersendiri. Misalkan dikutub suhunya sangat dingin serta banyak terdapat air sedangkan sebaliknya di daerah gurun suhunya panas, gersang, dan sulit untuk mendapatkan air. Oleh karena itu ditempat tersebut makhluk hidupnya memiliki bentuk dan karakteristik berbeda untuk menyeseuaikan diri dengan lingkungannya.

Seperti, Beruang kutub memiliki bulu yang lebat untuk melindungi tubuhnya dari suhu dingin dan di gurun unta memiliki punuk atau bagian yang menonjol dipunggungnya sebagai penyimpan cadangan air karena di gurun sulit untuk mendapatkan air.

Tujuan Adaptasi

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa tujuan utama dari adaptasi adalah untuk bertahan hidup. Terlepas dari itu, berikut ini terdapat beberapa tujuan dari adaptasi.

  • Melindungi diri dari musuh : Adapun tujuan dari adaptasi adalah untuk melindungi diri dari musuh (predator).
  • Bertahan hidup : Selain ancaman dari predator, ada juga ancaman dari alam atau benda mati yang mengancam seperti air dan sebagainnya.
  • Berkembang biak dan melestaikan jenisnya : Hal ini mengacu pada keadaan makhluk hidup yang merasa kehidupannya terancam sehingga harus malakukan adaptasi untuk melestarikan jenisnya.
  • Untuk memperoleh makanan : Setiap makhluk hidup memiliki jenis makanan yang berbeda–beda sehingga mereka juga harus melakukan adaptasi agar dapat cepat memperoleh makanan.

Proses adaptasi tersebut sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh manusia dan hewan saja, akan tetapi tumbuh-tumbuhan juga melakukannya. Misalnya pada tumbuhan berklorofil yang akan tumbuh ke arah cahaya matahari atau pada tumbuhan berair seperti eceng gondok yang akan menumbuhkan akarnya ke bawah untuk menjaga keseimbangan.

Jenis-Jenis Adaptasi

Setelah mengetahuai pengertian dan juga tujuan dari adaptasi, ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis dari adaptasi tersebut. Dalam ekosistem, adaptasi terbagi dalam beberapa jenis yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Adapun penjelasan dari jenis-jenis adaptasi adalah sebagai berikut:

1. Adapatasi Morpologi

Merupakan penyesuaian bentuk tubuh dan juga alat-alat yang terdapat pada tubuh organisme terhadap lingkungannnya. Adaptasi yang satu ini mudah untuk diamati karena perubahannya terjadi pada bagian luar dari organisme saja. Bagian-bagian yang biasa diubah seperti bentuk mulut, alat gerak, maupun bentuk tubuh keseluruhan. Adaptasi pada bentuk tubuh ini berfungsi untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan cara ia mendapatkan makanan dan menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan bagaimana ia tinggal di tempat tersebut.

Adaptasi morpologi ini sudah berlangsung sejak lama bahkan pada saat zaman dinosaurus. Dampak dari adanya proses tersebut adalah keberagaman pada binatang, tumbuhan, bahkan mikro organisme. Peristiwa ini terjadi secara alami dan erat kaitannya dengan jaring makanan yang terjadi dari organisme tingkat tinggi hingga rendah.

Makhluk yang tidak beradaptasi dengan baik, dipastikan kelangsungan hidupnya akan terhenti. Misalnya saja pada morfologi bakteri yang memiliki struktur berbeda bergantung pada kemampuannya menghasilkan makanan. Jenisnya secara umum ada dua yaitu autotrof dan heterotrof. Tubuhnya ada yang bulat, batang dan lengkung.

Contoh adaptasi morpologi pada manusia

  • Jika suhu udara dingin, rambut-rambut halus pada tubuh manus akan berdiri.
  • Jika terlalu lama berada dibawah sinar matahari, kulit manusia akan menjadi hitam.
  • Rambut manusia akan memutih/uban jika sudah lansia.

Contoh adaptasi morpologi pada hewan

  • Bebek mempunyai selapu pada kakinya karena dia mencari makan di tempat yang berair.
  • Burung pelikan mempunyai paruh yang berkantung agar dia bisa membawa makanan untuk anaknya.
  • Harimau mempunyai taring agar mudah merobek mangsanya.

Contoh adaptasi morpologi pada tumbuhan

  • Tumbuhan yang beradaptasi pada lingkungan air disebut hidrofit. Contohnya : teratai, eceng gondok, kangkung, tumbuhan bakau.
  • Tumbuhan yang beradaptasi pada lingkungan kering disebut xerofit. Contohnya : pohon kurma, lili gurun, kaktus, dan lain sebagainya.
  • Tumbuhan darat yang beradaptasi pada lingkungan lembab yang disebut higrofit. Contoh : tumbuhan paku, lumut, tumbuhan kemunting, tumbuhan daun ungu, dedalu.

2. Adaptasi Fisiologi

Jika adaptasi morpologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh, maka adaptasi fisiologi merupakan bentuk penyesuaian diri berdasarkan fungsi kerja bagian organ-organ tubuh organisme tersebut terhadap lingkungannya. Hal ini membuat adaptasi yang satu ini tidaklah mudah karena menyangkut dengan fungsi-fungsi organ pada organisme tersebut.

  • Contoh adaptasi fisiologi pada manusia yaitu ditemukannya pada ukuran jantung atlet yang rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang pada umumnya. Atau misalnya ketika kita mengeluarkan keringat saat kepanasan maka tubuh akan dingin karena panas tubuh diambil dan menguap melalui keringat tersebut.
  • Contoh adaptasi fisiologi pada hewan misalnya ditemukannya beberapa jenis hewan herbivora sebagai binatang pemakan tumbuhan atau karnivora sebagai binatang pemakan daging. Jenis makanan binatang tersebut akan mempengaruhi fungsi organ tubuhnya.
  • Contoh adaptasi fisiologi pada tumbuhan yaitu bunga Bromelia Merah dan beberapa jenis Anggrek mampu menarik perhatian serangga penghisap madu, terutama lebah. Bunga ini menghasilkan aroma yang dapat menarik serangga untuk mendekatinya. Aroma bunga merupakan sinyal bagi serangga untuk menentukan bunga yang memiliki kandungan nektar. Secara tidak sengaja, saat serangga menghisap nektar bunga, banyak serbuk sari yang menempel di tubuhnya. Kemudian, ketika mengunjungi bunga lain, serbuk sari akan jatuh pada kepala putik. Saat itulah penyerbukan terjadi.

3. Adaptasi Tingkah Laku

Ini merupakan perubahan tingkah laku yang dilakukan oleh sebuah organisme terhadap keadaan lingkungannya. Terkadang organisme wajib dalam melakukan tingkah laku tertentu untuk dapat beradaptasi demi terjaga kelangsungan hidupnya. Adaptasi tingkah laku merupakan bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk perilaku-perilaku tertentu yang bersifat khas dan spesifik. Contoh adaptasi tingkah lagu adalah:

  • Ikan paus dan lumba-lumba secara berkala muncul kepermukaan air untuk bernafas. Karena Paus dan Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang bernafas dengan paru-paru.
  • Rayap yang kulitnya mengelupas maka akan dimakan kembali oleh rayap tersebut. Hal ini dilakukan karena didalam kulit rayap tersebut ada usus rayap yang ikut mengelupas dan usus tersebut memiliki flagelata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencernakan kayu. Selain itu juga, rayap muda menjilati dubur rayao dewasa dengan tujuan mendapatkan enzim selulase untuk mencernakan kayu.
  • Cumi–cumi juga mengeluarkan tinta pada saat dia terancam. Cumi–cumi juga mampu untuk melakukan mimikri.
  • Dalam keadaan bahaya, cicak ini juga mampu memutuskan ekornya. Ekor cecak yang terputus itu tetap dapat bergerak guna menipu perhatian predator yang datang mengancamnya. Peristiwa ini disebut jugaa dengan autotomi.
  • Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya adar lebih mudah mendapatkan mangsanya.

Dari pejelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa melakukan adaptasi adalah suatu hal yang sangat penting untuk melakukan kelangsungan hidup. Karena setiap makhluk hidup yang tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya akan mengalami kepunahan. Semoga artikel di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi Anda. Sampai jumpa dan terima kasih.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.