Awan : Pengertian, Proses Terbentuk, Jenis Serta Manfaatnya

Ketika kita memandangi langit di siang hari pasti bukan hanya warna biru saja yang terdapat di atas sama melainkan ada benda yang berwarna putih yaitu awan. Hampir setiap hari kita melihat benda ini ada di langit akan tetapi terkadang kita tidak mengerti mengapa ada awan di langit. Dan mungkin yang menjadi pertanyaannya adalah awan itu terbuat dari apa? So, untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita bahas sama-sama pada artikel di bawah ini.

Apa itu Awan?

Bagi sebagian orang beranggapan bahwa awan hanya gumpalan asap yang ada di angkasa, dan berfikir bahwa awan itu bentuk dan jenis sama tanpa ada perbedaan. Ternyata anggapan itu tidak tepat, awan ada kelompok dan jenisnya, seperti yang uraikan di bawah ini. Awan adalah kumpulan uap air dan kristal es pada udara di atmosfer yang terjadi disebabkan karena pengembunan atau pemadatan uap air yang terdapat didalam udara setelah melampaui keadaan yang jenuh.

Awan adalah cikal-bakal terjadinya hujan, namun bisa atau tidaknya awan menimbulkan hujan tergantung pada musim. Kondisi awan dapat berupa cair, gas, atau padat karena sangat dipengaruhi oleh keadaan suhu.

Kodensasi terjadi melalui beberapa tahapan atau skenario seperti yang pertama jika suhu udara telah mencapai suhu dimana terjadi proses pengembunan tanpa adanya tambahan jumlah uap air, yang kedua jika ada penambahan uap air namun tanpa penambahan panas dan yang ketiga jika kemampuan udara menampung uap air berkurang akibat kenaikan tekanan atau penurunan suhu.

Proses Terbentuknya Awan

Proses terbentuknya awan sendiri diawali dengan turunnya hujan, kemudian cahaya Matahari yang sampai di ke permukaan bumi akan diserap oleh tanah, diserap oleh tumbuhan sebagai bahan pembentuk makanannya, menghangatkan sungai, danau, laut, parit dll, sehingga menyebabkan air menguap.

Uap air naik ke udara atau atmosfer yang semakin lama dan semakin tinggi dikarenakan udara di dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan di atmosfer dibagian atas, ini hampir mirip dengan proses perpindahan dikarenakan perbedaan tekanan.

Secara singkat proses kondensasi dalam pembentukan awan adalah sebagai berikut :

  • Udara yang bergerak ke atas akan mengalami pendinginan secara adiabatik sehingga kelembaban nisbinya (RH) akan bertambah, tetapi sebelum RH mencapai 100 yaitu sekitar 78 kondensasi telah dimulai pada inti kondensasi yang lebih besar dan aktif. Perubahan RH terjadi karena adanya penambahan uap air oleh penguapan atau penurunan tekanan uap jenuh melalui pendinginan.
  • Tetes air kemudian mulai tumbuh menjadi tetes awan pada saat RH mendekati 100 Karena uap air telah digunakan oleh inti-inti yang lebih besar dan inti yang lebih kecil kurang aktif tidak berperan maka volume tetes awan yang terbentuk jauh lebih kecil dari jumlah inti kondensasi.
  • Tetes awan yang terbentuk umumnya mempunyai jari-jari 5 – 20 mm. Tetes dengan ukuran ini akan jatuh dengan kecepatan 0,01 – 5 cm/s sedang kecepatan aliran udara ke atas jauh lebih besar sehingga tetes awan tersebut tidak akan jatuh ke bumi. Bahkan jika kelembaban udara kurang dari 90 Maka tetes tersebut akan menguap. Untuk dapat jatuh ke bumi tanpa menguap maka diperlukan suatu tetes yang lebih besar yaitu sekitar 1 mm (1000 mikrometer), karena hanya dengan ukuran demikian tetes tersebut dapat mengalahkan gerakan udara ke atas (Neiburger, et. al., 1995).
  • Jadi perbedaan antara tetes awan dan tetes hujan adalah pada ukurannya. Jika sebuah awan tumbuh secara kontinyu, maka puncak awan akan melewati isoterm 0 °C. Tetapi sebagian tetes-tetes awan masih berbentuk cair dan sebagian lagi berbentuk padat atau kristal-kristal es jika terdapat inti pembekuan. Jika tidak terdapat inti pembekuan, maka tetes-tetes awan tetap berbentuk cair hingga mencapai suhu -40 °C bahkan lebih rendah lagi.

Jenis-jenis Awan

Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional membagi bentuk awan menjadi 4 kelompok utama, yaitu awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan yang terjadi karena udara naik, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Kelompok Awan Tinggi

Dikawasan tropis, awan tersebut terletak pada ketinggian 6-18 km, dikawasan iklim sedang awan tersebut terletak pada ketinggian 5-13 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak di 3-8 km. Awan yang tergolong ke dalam awan tinggi antara lain :

  • Awan Cirrus (Ci)

Awan cirrus adalah awan terpisah yang berwarna putih dengan serat atau filamen halus dan kemilau sutra. Awan ini selalu terdiri dari kristal es dengan karakter transparansi yang tergantung pada derajat pemisahan kristal. Selain berbentuk melingkar, awan jenis ini juga kadang berbentuk horizontal dan akan tampak terlihat jelas ketika awan jenis ini terkena sinar matahai dan meiliki background biru langit.

Ciri yang dapat dilihat dari awan ini adalah apabila awan tersebut melewati lingkar matahari, maka awan tersebut tidak berkurang tingkat kecerahannya. Jika Anda memperhatikan saat matahari terbenam, awan ini akan terlihat berwarna kuning terang atau merah. Ciri lain dari awan ini yaitu warnanya yang akan terlihat lebih putih dengan background langit biru sebelum awan yang lainya datang.

  • Awan Cirrostratus (Ci St)

Bentuknya ialah seperti kelembu putih yang halus serta rata menutup seluruh langit sehingga tampak sangat cerah, dapat juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya itu tidak teratur. Awan tersebut juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang menyelimuti matahari serta bulan yang biasanya terjadi pada musim kemarau.

  • Awan Cirrocumulus (Ci Cu)

Awan sirokumulus merupakan jenis awan tinggi yang hampir sama seperti dengan awan Sirus. Tetapi, memiliki bentuk yang terputus-putus dan tampak seperti jajaran pasir pantai ataupun seperti seperti gorombolan domba yang bergerombol menjadi satu kerumunan.

Pembentukan janis awan ini ternyata meiliki masa estimasi dari awan sirokumulus terpaut cukup sebentar. Awan sirokumulus merupakan awan tinggi yang terbentuk di atas langit dengan kisaran terbentuk 6000 sampai dengan 12000 meter di atas permukaan laut. Proses terjadinya awan sirokumulus terpaut cukup cepat dan akan kembali berubah menjadi awan sirostratus.

2. Awan Sedang

Awan Sedang [menengah], merupakan jenis awan yang mempunyai ketinggian di atmosfer antara 2 – 8 kilometer di atas permukaan bumi. Jenis-jenis awan sedang adalah :

  • Awan Alto Cumulus (A cu)

Ini merupakan jenis awan yang terbentuk pada ketinggian sedang dan memiliki bentuk seperti butiran-butiran kecil dan berjumlah banyak. Kamu akan melihatnya seperti bola kapas yang menggulung satu demi satu.

Jenis awan ini umumnya berwarna putih ataupun abu-abu dan berlapis-lapis bahkan bentuknya seperti serat-serat bulu burung. jenis awan ini akan sangat mudah dideteksi Ketika anda melihat kepada langit di pagi hari ataupun di sore hari yang senja. Jenis awan altokumulus merupakan jenis awan yang terbentuk di antara 2000 sampai dengan 7000 meter di atas permukaan laut.

  • Awan Alto Stratus (A St)

Awan ini bersifat luas dan tebal. Warna awan alto stratus adalah kelabu, sehingga pada Matahari dan Bulan tampak terang. Awan altostratus merupakan awan yang terbentuk pada ketinggian 2000 sampai dengan 7000 meter di atas permukaan laut. Berpotensi menghasilkan hujan ringan jika jumlah awan ini berkumpul cukup banyak dan tebal.

3. Awan Rendah

Awan rendah merupakan jenis awan yang terbentuk pada katinggian yang rendah pada kisaran di bawah 2000 meter diatas permukaan laut. Awan jenis inilah yang paling sering ditemui oleh para pendaki gunung ketika telah berada dipuncak. Dengan pemandangan yang sangat indah layaknyanegeri diatas wana. Dalam pembagiannya, grup awan rendah ini dibagi atas 3 jenis awan Yaitu :

  • Strato Cumulus (St-Cu)

Awan ini bentuknya seperti bola-bola yang sering menutupi seluruh langit sehingga tampak seperti gelombang di lautan. Lapisan awan ini tipis sehingga tidak menimbulkan hujan.

  • Stratus (St)

Awan yang rendah dan sangat luas, tingginya di bawah 2000 meter. Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis-lapis. Antara kabut dan awan stratus pada dasarnya tidak berbeda.

  • Nimbo Stratus (Ni-St)

Awan ini bentuknya tidak menentu, tepinya compang-camping tak beraturan. Awan ini hanya menimbulkan hujan gerimis saja. Awan ini berwarna putih kegelapan dan penyebarannya di langit cukup luas.

4. Awan Dengan Perkembangan Vertikal

Awan tersebut terletak diantara 500-1500 meter, yang tergolong didalam awan dengan perkembangan vertikal antara lain sebagai berikut :

  • Awan Cumulus (Cu)

Ini merupakan jenis awan yang tumbuh berbentuk secara vertikal keatas. Dengan bentuknya seperti perkembangan kembang kol. Dengan bentuk yang menggulung keatas, awan kumulas jika terkena sina matahari akan memberikan pemandangan langit yang memukau. Dikarenakan sinar matahari akan membuat awan kumulus terlihat cerah dan bercahaya pada satu sisinya. Dan pada sisi lainnya akan menghasilkan wana kelabu. Perpaduan gradasi warna inilah yang membuat awan kumulus sangat indah.

  • Cumulo Nimbus (Cu-Ni)

Awan ini dapat menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur. Awan ini bervolume besar, posisinya rendah dengan puncak yang tinggi sebagai menara atau gunung dan puncaknya melebar, sehingga merupakan awan tebal. Biasanya, di atas awan cumulo nimbus terdapat awan cirro stratus. Hal ini sering terjadi pada waktu angin ribut.

Manfaat Awan Bagi Kehidupan Manusia

Dalam kehidupan sehari-hari, awam juga memiliki beberapa manfaat seperti berikut ini:

  • Menghasilkan hujan

Manfaat awan yang pertama adalah untuk menghasilkan hujan. Ya, hujan meruapakn salah satu hasil alami dari proses siklus air yang terbentuk karena awan. Awan yang sudah memiliki butiran-butiran air yang banyak, akan turun ke bumi dalam bentuk hujan.

  • Sebagai indikator cuaca dan iklim

Keberadaan awan sangatlah penting bagi manusia untuk bisa mengukur kondisi cuaca dan iklim di bumi. Tanpa adanya awan maka Badan Metreologi dan Geofisika (BMKG) akan kesulitan memetakan cuaca sehingga tidak aka nada lagi perkiraan cuaca. Awan juga berfungsi sebagai petunjuk arah angin, karena dengan melihat pengerakan awan, kita dapat mengetahui secara pasti kemana angin bergerak dan seberapa kecepatannya

  • Mencegah bencana alam kekeringan

Manfaat awan bagi kehidupan akan membuat turunnya hujan juga sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana alam berupa bencana kekeringan. Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang sangat buruk, karena ketika bencana alam kekeringan terjadi, kondisi cuaca akan sangat panas dan tanah menjadi gersang.

  • Sumber air bagi bumi

Dengan adanya hujan maka airnya akan segera terserap kembali kebumi dan akan dikembalikan dalam bentuk mata air kemudian menjadi sungai yang dapat menjadi sumber ruang publik untuk kehidupan bagi semua makhluk hidup. Perputaran air ini sering disebut dengan Siklus Hidrologi.

  • Pemantul radiasi matahari

Tidak semua radiasi surya dapat terpantul oleh atmosfer, kadangkala-nya juga radiasi sinar Ultaviolet sebagian masuk ke bumi. Beruntung dengan adanya awan, radiasi yang sempat lolos tersebut langsung dipantulkan kembali ke luar angkasa.

Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa awan terdiri dari beberapa jenis dan juga memiliki beberapa manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda dan bisa menambah wawasan. Terima kasih.

Author: Virgil Howell

Leave a Reply

Your email address will not be published.